Tulisan untuk Lampau

Melihat Sisa-Sisa Kejayaan Saudagar Penyamakan Kulit di Gresik

Pintu utama dari rumah lalu saya ketuk. Sesosok wanita berumur 70-an tahun membuka pintu. “Maaf, Pak De Noot-nya ada?” Penulis: Muhammad Faiz | Penyunting: Sandy Maulana Saat itu menjelang asar di kota Gresik yang panas. Saya baru selesai mengunjungi beberapa situs di Gresik. Memasuki gang yang dipenuhi bangunan tua bertingkat dua hingga empat, saya memarkirkanContinue reading “Melihat Sisa-Sisa Kejayaan Saudagar Penyamakan Kulit di Gresik”

Museum Pabrik Gula Tak Semanis Sejarahnya: Bagaimana Sikap Kita?

Beberapa tahun ke belakang, berkunjung ke museum menjadi agenda rutin di berbagai jenjang institusi pendidikan. Tengok saja setiap akhir pekan atau akhir semester, museum ramai dipenuhi seragam putih abu-abu, pramuka, atau lain waktu kaos oblong dengan tulisan study tour di punggung. Ini tentu pemandangan yang layak diapresiasi karena minat kunjungan yang tinggi seringkali beriringan denganContinue reading “Museum Pabrik Gula Tak Semanis Sejarahnya: Bagaimana Sikap Kita?”

Refleksi Simbol di Masjid Gedhe Mataram

Memasuki Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Yogyakarta, menimbulkan perasaan yang berbeda dibandingkan kunjungan saya ke masjid-masjid lain. Melihat gapura dan pagar yang menyambut rawan membuat siapa saja yang mampir merasa seperti berada di candi, alih-alih di masjid. Jika mendengar cerita masyarakat sekitar, akan dikisahkan bahwa dulu, ketika masjid ini dibangun, orang-orang Hindu yang sudah lebihContinue reading “Refleksi Simbol di Masjid Gedhe Mataram”

Kampung Balapan: Sisa Euforia Pacuan Kuda yang Nyaris Tak Dikenali

Bagi orang-orang yang tinggal di Jogja pada akhir abad 19-20, pacuan kuda berarti kemeriahan. Bagi para elite, ia bermakna kebanggaan. Tapi itu dulu. Kini yang tersisa tinggal nama dan bentuk kawasannya saja. Menunggu untuk kembali menjadi perhatian. Penulis: Yustina Dwi Stefanie | Penyunting: Sandy Maulana Untungnya, pemerintah kolonial Belanda sejak 1864 melakukan kegiatan pemetaan yangContinue reading “Kampung Balapan: Sisa Euforia Pacuan Kuda yang Nyaris Tak Dikenali”

Dari Kubur Batu ke Peti Kayu: Alih Tradisi Penguburan di Sulawesi Utara

Melihat begitu panjangnya perjalanan sejarah dari waruga dan dolmen beserta macam-macam tradisi penyertanya, maka timbul sebuah pertanyaan besar. Mengapa tradisi ini bisa menghilang? Penulis: Dwi Kurnia Sandy | Penyunting: Sandy Maulana Sejak lahir, manusia membawa satu sifat unik yang bahkan dari kosa katanya saja begitu dekat dengan mereka. Betul, kemanusiaan. Mendengar kemanusiaan bisa mengingatkan kitaContinue reading “Dari Kubur Batu ke Peti Kayu: Alih Tradisi Penguburan di Sulawesi Utara”

Pelabuhan Tiku: Bandar Lada yang Terlupakan

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Dulu berjaya, kini dilupakan. Begitulah kira-kira nasib Pelabuhan Tiku. Penulis : Muhamad Destrianto | Penyunting : Sandy Maulana Namanya memang kurang populer jika dibandingkan dengan Malaka, Jambi, Palembang, Aceh, Barus, atau Padang. Disebut pun mungkin terasa asing di telinga. Namun jika kamu membaca literatur perdagangan abad pertengahan, khususnya di pesisirContinue reading “Pelabuhan Tiku: Bandar Lada yang Terlupakan”

Belajar Toleransi dari Tenun Ikat Kediri

Telah 75 tahun Indonesia merdeka. Sudahkah kemerdekaan itu dirasakan oleh semua rakyat? Apa arti merdeka yang sesungguhnya? Penulis: Priyo Joko Purnomo | Penyunting: Salma FK Agaknya, pertanyaan-pertanyaan itu cukup sulit dijawab mengingat rapor merah yang mewarnai jalan panjang kemerdekaan Indonesia. Menjadi catatan merah tebal, utamanya perkara intoleransi. Perselisihan antaretnis dan antargolongan adalah kudapan yang hinggaContinue reading “Belajar Toleransi dari Tenun Ikat Kediri”

Manusia Purba Makan Apa Sih?

Manusia purba makan apa sih? Atau mereka makannya gimana, ya? Kan pada masa prasejarah belum ada Nasi Padang, Sate Madura, dan Soto Kudus. Penulis: Aldhi Wahyu Pratama | Penyunting: Salma FK Manusia purba makan apa sih? Atau mereka makannya gimana, ya? Kan pada masa prasejarah belum ada Nasi Padang, Sate Madura, dan Soto Kudus. Lantas,Continue reading “Manusia Purba Makan Apa Sih?”

Museum Arkeologi Bawah Air Pertama Indonesia: Persiapan Kita Hingga Waktunya Tiba

Tahukah kamu jika laut memiliki lebih banyak koleksi bersejarah dibanding seluruh museum di dunia? Dari situ saya sadar, mengapa dunia perlu peduli dengan tinggalan yang ada di bawah laut. Penulis : Sultan Kurnia A.B. | Penyunting : Salma FK, Sandy Maulana Seperti yang lain, selama pandemi ini saya banyak mengikuti webinar bertema Arkeologi yang diselenggarakanContinue reading “Museum Arkeologi Bawah Air Pertama Indonesia: Persiapan Kita Hingga Waktunya Tiba”

Arsip Film Klasik, Riwayatmu Kini

Kerja perawatan terhadap arsip film ibarat meniupkan ruh pada pita seluloid agar dapat terus bernapas, menemui penonton dari lintas generasi, dan hidup dalam ingatan mereka yang menyaksikan. Penulis : Hamima Nur Hanifah | Penyunting : Salma FK, Tyassanti Kusumo Bau menyengat asam langsung menjalari indra penciuman saya ketika menginjakkan kaki di sebuah gudang film milikContinue reading “Arsip Film Klasik, Riwayatmu Kini”

Loading…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Tulisan terbaru akan masuk ke pesan masuk kamu~

%d bloggers like this: