Mencari Makam Kuno di Hutan Sentangau

Pencarian selama 10 menit akhirnya menemui titik terang. Sebuah nisan berbatu ditemukan di antara dua pohon. Penulis: Sholahuddin Al Ayubi | Penyunting: Sandy Maulana “Esok Sabtu ikut bapak, tengok batu nisan yang tumbuh seperti pohon”. Ucapan Pak Ating yang tiba-tiba jelas mengejutkanku. Memang, di sela-sela pakatan[1] warga Desa Kumba, aku, Pak Ating, dan Abang KarimContinue reading “Mencari Makam Kuno di Hutan Sentangau”

Meneroka Kemanusiaan di Pulau Galang

Semua manusia perahu tahu risiko-risiko buruk yang mungkin timbul dari eksodus, tapi mereka teguh berprinsip it’s better to drown at sea than to live under communism (Duong, 2000). Penulis: Hot Marangkup Tumpal S. | Penyunting: Sandy Maulana Beberapa bulan lalu, tepatnya Maret, saya mendengar wacana bila pemerintah Indonesia ingin membangun sebuah rumah sakit khusus untukContinue reading “Meneroka Kemanusiaan di Pulau Galang”

Melihat Sisa-Sisa Kejayaan Saudagar Penyamakan Kulit di Gresik

Pintu utama dari rumah lalu saya ketuk. Sesosok wanita berumur 70-an tahun membuka pintu. “Maaf, Pak De Noot-nya ada?” Penulis: Muhammad Faiz | Penyunting: Sandy Maulana Saat itu menjelang asar di kota Gresik yang panas. Saya baru selesai mengunjungi beberapa situs di Gresik. Memasuki gang yang dipenuhi bangunan tua bertingkat dua hingga empat, saya memarkirkanContinue reading “Melihat Sisa-Sisa Kejayaan Saudagar Penyamakan Kulit di Gresik”

Museum Pabrik Gula Tak Semanis Sejarahnya: Bagaimana Sikap Kita?

Beberapa tahun ke belakang, berkunjung ke museum menjadi agenda rutin di berbagai jenjang institusi pendidikan. Tengok saja setiap akhir pekan atau akhir semester, museum ramai dipenuhi seragam putih abu-abu, pramuka, atau lain waktu kaos oblong dengan tulisan study tour di punggung. Ini tentu pemandangan yang layak diapresiasi karena minat kunjungan yang tinggi seringkali beriringan denganContinue reading “Museum Pabrik Gula Tak Semanis Sejarahnya: Bagaimana Sikap Kita?”

Refleksi Simbol di Masjid Gedhe Mataram

Memasuki Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Yogyakarta, menimbulkan perasaan yang berbeda dibandingkan kunjungan saya ke masjid-masjid lain. Melihat gapura dan pagar yang menyambut rawan membuat siapa saja yang mampir merasa seperti berada di candi, alih-alih di masjid. Jika mendengar cerita masyarakat sekitar, akan dikisahkan bahwa dulu, ketika masjid ini dibangun, orang-orang Hindu yang sudah lebihContinue reading “Refleksi Simbol di Masjid Gedhe Mataram”

Kampung Balapan: Sisa Euforia Pacuan Kuda yang Nyaris Tak Dikenali

Bagi orang-orang yang tinggal di Jogja pada akhir abad 19-20, pacuan kuda berarti kemeriahan. Bagi para elite, ia bermakna kebanggaan. Tapi itu dulu. Kini yang tersisa tinggal nama dan bentuk kawasannya saja. Menunggu untuk kembali menjadi perhatian. Penulis: Yustina Dwi Stefanie | Penyunting: Sandy Maulana Untungnya, pemerintah kolonial Belanda sejak 1864 melakukan kegiatan pemetaan yangContinue reading “Kampung Balapan: Sisa Euforia Pacuan Kuda yang Nyaris Tak Dikenali”

Dari Kubur Batu ke Peti Kayu: Alih Tradisi Penguburan di Sulawesi Utara

Melihat begitu panjangnya perjalanan sejarah dari waruga dan dolmen beserta macam-macam tradisi penyertanya, maka timbul sebuah pertanyaan besar. Mengapa tradisi ini bisa menghilang? Penulis: Dwi Kurnia Sandy | Penyunting: Sandy Maulana Sejak lahir, manusia membawa satu sifat unik yang bahkan dari kosa katanya saja begitu dekat dengan mereka. Betul, kemanusiaan. Mendengar kemanusiaan bisa mengingatkan kitaContinue reading “Dari Kubur Batu ke Peti Kayu: Alih Tradisi Penguburan di Sulawesi Utara”

Pelabuhan Tiku: Bandar Lada yang Terlupakan

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Dulu berjaya, kini dilupakan. Begitulah kira-kira nasib Pelabuhan Tiku. Penulis : Muhamad Destrianto | Penyunting : Sandy Maulana Namanya memang kurang populer jika dibandingkan dengan Malaka, Jambi, Palembang, Aceh, Barus, atau Padang. Disebut pun mungkin terasa asing di telinga. Namun jika kamu membaca literatur perdagangan abad pertengahan, khususnya di pesisirContinue reading “Pelabuhan Tiku: Bandar Lada yang Terlupakan”

Belajar Toleransi dari Tenun Ikat Kediri

Telah 75 tahun Indonesia merdeka. Sudahkah kemerdekaan itu dirasakan oleh semua rakyat? Apa arti merdeka yang sesungguhnya? Penulis: Priyo Joko Purnomo | Penyunting: Salma FK Agaknya, pertanyaan-pertanyaan itu cukup sulit dijawab mengingat rapor merah yang mewarnai jalan panjang kemerdekaan Indonesia. Menjadi catatan merah tebal, utamanya perkara intoleransi. Perselisihan antaretnis dan antargolongan adalah kudapan yang hinggaContinue reading “Belajar Toleransi dari Tenun Ikat Kediri”

Manusia Purba Makan Apa Sih?

Manusia purba makan apa sih? Atau mereka makannya gimana, ya? Kan pada masa prasejarah belum ada Nasi Padang, Sate Madura, dan Soto Kudus. Penulis: Aldhi Wahyu Pratama | Penyunting: Salma FK Manusia purba makan apa sih? Atau mereka makannya gimana, ya? Kan pada masa prasejarah belum ada Nasi Padang, Sate Madura, dan Soto Kudus. Lantas,Continue reading “Manusia Purba Makan Apa Sih?”