Merawat Kearifan Lontar di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban

Ada satu hal yang menurut saya unik dan tidak pernah saya temui di museum lain. Koleksi naskah lontar yang ada Museum Pustaka Lontar ini rupanya bukan milik museum. Masyarakat lah yang menitipkan lontarnya untuk dirawat dan dikonservasi. Penulis: Yori Akbar Setiyawan | Penyunting: Salma FK & Tyassanti Kusumo Bila mendengar kata lontar, hal yang mungkinContinue reading “Merawat Kearifan Lontar di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban”

Konsep Sīma Sebagai Alternatif Pemanfaatan Cagar Budaya

Gagasan menggunakan konsep sīma berangkat dari salah satu tujuan pengelolaan cagar budaya yaitu memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya kepada rakyat dengan tidak mengurangi atau mengganggu nilai-nilai cagar budaya. Penulis: Perwira Utama | Penyunting: Tyassanti Kusumo & Sandy Maulana Pada masa perkembangan agama Hindu dan Buddha di Indonesia, dikenal sebuah konsep agraria yaitu konsep tanah sīma. Tanah sīma,Continue reading “Konsep Sīma Sebagai Alternatif Pemanfaatan Cagar Budaya”

Donggala dan Kisah-Kisah Niaga

Tersebutlah sebuah kota di tengah Pulau Sulawesi. Donggala namanya. Kota ini, sejak ratusan tahun lalu, telah mengandalkan pelabuhan juga usaha-usaha niaga untuk memenuhi kebutuhannya. Penulis: Sandy Maulana Melacak hingga abad ke-12, J.V.C Mills (1979: 69–85) menyebut rute-rute kapal Nusantara terdiri dari dua rute, yaitu rute barat dan rute timur. Rute timur dibagi lagi menjadi duaContinue reading “Donggala dan Kisah-Kisah Niaga”

Yang Tak Sepadan dari Kerja

Rupanya kehidupan pemburu-peramu tak sesengsara yang disangka semua orang. Penulis: Sandy Maulana. Semua yang hidup perlu bekerja—mencari dan menangkap energi agar bisa tumbuh, membiak, dan mengumpulkan lebih banyak lagi energi. Yang menjadi pertanyaan kemudian: jika semua organisme pada dasarnya serupa untuk urusan ini, apa yang membedakan manusia dengan, misalnya, berang-berang? Ada dua hal yang membedakanContinue reading “Yang Tak Sepadan dari Kerja”

Colt Kampus, Transisi Kewenangan Orde Baru dan Kisah-kisah dari Djoko Dwiyanto

“Kalau ingin sukses menyejahterakan rakyat”, kata beliau, kita harus mengikuti peribahasa: Sepi ing pamrih rame ing gawe. Jangan mau korupsi! Penulis: Dhimas Langgeng | Penyunting: Sandy Maulana Pasca pemilihan umum (pemilu) anggota DPR dan DPRD di tahun 1977 usai, berbondong-bondong mahasiswa di kota-kota besar Indonesia turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa. Merasa terganggu denganContinue reading “Colt Kampus, Transisi Kewenangan Orde Baru dan Kisah-kisah dari Djoko Dwiyanto”