Masalah yang sebenarnya kronis dari gonjang-ganjing kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur, menurut Prof. Sri Margana, ialah orientasi pemangku kebijakan terhadap profit ekonomi, bukan pada pelestarian, ataupun kenyamanan pengunjung. Penulis: Perwira Utama, Tyassanti Kusumo, dan Sandy Maulana | Editor: Lampau.in Belum lama ini jagat maya gempar. Wacana pemerintah untuk menaikkan harga tiket menjadi Rp750.000,00 bagiContinue reading “Purbakala Undercover Jilid III: Borobudur, di Antara Pelestarian dan Pariwisata Cagar Budaya Indonesia”
Author Archives: lampau.in
Rajo Manjalani Rantau: Menapak Persumpahan Alam Minangkabau
Kerajaan Jambulipo di Sumatra Barat memiliki tradisi bernama Rajo Manjalani Rantau, prosesi perjalanan raja untuk mengunjungi wilayah-wilayah kerajaannya yang kini mencakup Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Dharmasraya.
Geliat Romantika dalam Kunjungan Museum
Secara kasat mata, tagar #MuseumDate yang bertebaran di aneka ragam sosial media rasanya cukup mumpuni untuk membuktikan museum telah terintegrasi dengan baik dalam kehidupan personal warga.
Melihat Pembersih Nisan Bekerja
Alicia Williams adalah tiktokers dan pencerita kisah-kisah arwah.
Di Lawu, Sejarah Bercerita Sendiri
Asap dari Kawah Candradimuka di puncak Lawu tampak mengepul dari kejauhan. Asap itu, juga segala hal tentang Lawu, bagi saya yang telah beberapa kali mendaki gunung ini, selalu terasa agung. Tak pernah ada rasa bosan yang hinggap. Tiap pendakian menjadi sarana refleksi pribadi.
Kabar Sawahlunto 2021: Dua Tahun Setelah Menjadi World Heritage UNESCO
Setelah benar ditetapkan, justru belum ada kesiapan dan terjadi kebingungan dalam pengelolaan Penulis: Salma FK Awak Lampau belum lama ini menjajal platform Instagram untuk menyebarluaskan informasi. Di samping IG post yang sudah berjalan per Juni 2021, 1 Agustus lalu kami mengudara lewat siaran langsung Instagram (IG Live). Dalam kesempatan ini Tyassanti, Content Manager Lampau, mengantarkanContinue reading “Kabar Sawahlunto 2021: Dua Tahun Setelah Menjadi World Heritage UNESCO”
Merawat Kearifan Lontar di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban
Ada satu hal yang menurut saya unik dan tidak pernah saya temui di museum lain. Koleksi naskah lontar yang ada Museum Pustaka Lontar ini rupanya bukan milik museum. Masyarakat lah yang menitipkan lontarnya untuk dirawat dan dikonservasi. Penulis: Yori Akbar Setiyawan | Penyunting: Salma FK & Tyassanti Kusumo Bila mendengar kata lontar, hal yang mungkinContinue reading “Merawat Kearifan Lontar di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban”
Konsep Sīma Sebagai Alternatif Pemanfaatan Cagar Budaya
Gagasan menggunakan konsep sīma berangkat dari salah satu tujuan pengelolaan cagar budaya yaitu memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya kepada rakyat dengan tidak mengurangi atau mengganggu nilai-nilai cagar budaya. Penulis: Perwira Utama | Penyunting: Tyassanti Kusumo & Sandy Maulana Pada masa perkembangan agama Hindu dan Buddha di Indonesia, dikenal sebuah konsep agraria yaitu konsep tanah sīma. Tanah sīma,Continue reading “Konsep Sīma Sebagai Alternatif Pemanfaatan Cagar Budaya”
Kriya Logam Kotagede, Kearifan Lokal, dan Waktu yang Terus Bergerak
Apa yang terlihat dari Kotagede bersama kriya logamnya adalah bentuk nyata bagaimana kearifan lokal bisa menjadi identitas yang khas bagi daerah.
Donggala dan Kisah-Kisah Niaga
Tersebutlah sebuah kota di tengah Pulau Sulawesi. Donggala namanya. Kota ini, sejak ratusan tahun lalu, telah mengandalkan pelabuhan juga usaha-usaha niaga untuk memenuhi kebutuhannya. Penulis: Sandy Maulana Melacak hingga abad ke-12, J.V.C Mills (1979: 69–85) menyebut rute-rute kapal Nusantara terdiri dari dua rute, yaitu rute barat dan rute timur. Rute timur dibagi lagi menjadi duaContinue reading “Donggala dan Kisah-Kisah Niaga”