Saya Bisa Diganggu Kapan Saja..

Obituari “lancang” seorang murid untuk gurunya. Penulis : Yogi Pradana | Penyunting : Sandy Maulana Jumat 18 September 2020, saya baru saja pulang selepas bertakziah dari rumah duka Pak Djoko di Purwomartani, Kalasan. Saya membaringkan tubuh sebentar; menyalakan laptop; dan membuka folder yang berisi memori saya dengan Beliau di tahun 2016. Ada perasaan tidak pantasContinue reading “Saya Bisa Diganggu Kapan Saja..”

Mengenang Sosok: Laku dan Karya Djoko Dwiyanto

Selama ini, Djoko memang dikenal sebagai sosok yang hangat, tenang dan penuh solusi, sebuah perpaduan yang membuat sosoknya lekas mendapat tempat dalam ingatan semua orang yang pernah mengalami perjumpaan dengan dirinya. Penulis: Tyassanti Kusumo Barangkali 2020 memang menjadi tahun yang pelik, segala hal yang mulanya normal terjadi, kini seakan diberi porsi yang berlebih. Kematian adalahContinue reading “Mengenang Sosok: Laku dan Karya Djoko Dwiyanto”

Kampung Balapan: Sisa Euforia Pacuan Kuda yang Nyaris Tak Dikenali

Bagi orang-orang yang tinggal di Jogja pada akhir abad 19-20, pacuan kuda berarti kemeriahan. Bagi para elite, ia bermakna kebanggaan. Tapi itu dulu. Kini yang tersisa tinggal nama dan bentuk kawasannya saja. Menunggu untuk kembali menjadi perhatian. Penulis: Yustina Dwi Stefanie | Penyunting: Sandy Maulana Untungnya, pemerintah kolonial Belanda sejak 1864 melakukan kegiatan pemetaan yangContinue reading “Kampung Balapan: Sisa Euforia Pacuan Kuda yang Nyaris Tak Dikenali”

Mengamati Pemberitaan Tinggalan Materi di Media Bersama Christommy Sasabana

Awalnya para dosen juga ragu kalau kajian yang hendak saya lakukan ini dapat dikategorikan ke dalam kajian arkeologi. Untungnya, masih ada (beberapa dosen) yang mengapresiasi ide mentah ini dan membimbing saya sampai akhir. Penulis: Tyassanti Kusumo | Penyunting: Sandy Maulana Bagi siapa saja yang ingin merengkuh titel sarjana (ehem), menulis skripsi boleh dikatakan sebagai satuContinue reading “Mengamati Pemberitaan Tinggalan Materi di Media Bersama Christommy Sasabana”

Dari Kubur Batu ke Peti Kayu: Alih Tradisi Penguburan di Sulawesi Utara

Melihat begitu panjangnya perjalanan sejarah dari waruga dan dolmen beserta macam-macam tradisi penyertanya, maka timbul sebuah pertanyaan besar. Mengapa tradisi ini bisa menghilang? Penulis: Dwi Kurnia Sandy | Penyunting: Sandy Maulana Sejak lahir, manusia membawa satu sifat unik yang bahkan dari kosa katanya saja begitu dekat dengan mereka. Betul, kemanusiaan. Mendengar kemanusiaan bisa mengingatkan kitaContinue reading “Dari Kubur Batu ke Peti Kayu: Alih Tradisi Penguburan di Sulawesi Utara”

Keberanian yang Menyelamatkan

Tapi ia memilih berani. Bersama istri dan lima puluh pengikutnya, mereka berlayar ke Teluk Palu memakai perahu berjenis kora-kora. Penulis: Sandy Maulana Pada abad ke-18, perubahan besar terjadi di Eropa. Penyempurnaan mesin uap yang dipatenkan James Watt di tahun 1769 membongkar sendi-sendi kehidupan masyarakat Eropa dan melahirkan era industrialisasi. Transisi selalu menghadirkan korban. Kenaikan suhuContinue reading “Keberanian yang Menyelamatkan”

Pelabuhan Tiku: Bandar Lada yang Terlupakan

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Dulu berjaya, kini dilupakan. Begitulah kira-kira nasib Pelabuhan Tiku. Penulis : Muhamad Destrianto | Penyunting : Sandy Maulana Namanya memang kurang populer jika dibandingkan dengan Malaka, Jambi, Palembang, Aceh, Barus, atau Padang. Disebut pun mungkin terasa asing di telinga. Namun jika kamu membaca literatur perdagangan abad pertengahan, khususnya di pesisirContinue reading “Pelabuhan Tiku: Bandar Lada yang Terlupakan”